MENGHARUKAN! Ini Dia Respon Pemilik Kebun Bunga Amarilis Terhadap Perusak Taman!

Awal pada hari Minggu pagi, Sukadi, 43, sedang duduk di teras rumah nya, menghadap ke taman amarilis oranye nya.

Puluhan orang dari segala usia dapat dilihat berjalan dengan gembira di sekitar kebun bunga amarilis jogja, strategis terletak di sisi Jl. Yogya-Wonosari di KM 18 di Ngasemayu dusun, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

Taman amarilis telah menjadi topik panas di kalangan netizens setelah itu rusak oleh pengunjung yang diduga menginjak bunga dan mengambil mereka untuk mengambil selfies lebih menarik.

Sukadi, seorang petani yang kadang-kadang menjual mainan di Pasar Piyungan, telah menjadi baik diketahui. Banyak orang telah menghubunginya tentang taman bunga nya.

"Sebagai pemilik kebun, aku benar-benar merasa lega tentang kejadian itu," kata Sukadi di rumahnya, seperti dikutip tempo.co.

Menurut Sukadi, jumlah pengunjung ke kebunnya menyarankan bahwa masih banyak orang yang mencintai amarilis, yang hanya mekar sekali setahun dan umumnya dianggap gulma oleh penduduk setempat.

"Bunga-bunga yang pernah diburu dan dibuang karena mereka terkena tanaman dan sering diserap pupuk tanaman utama '," kata Sukadi.

Sejak tahun 2004, Sukadi telah mengumpulkan bunga-bunga liar dan menanamnya dalam kelompok pada gersang 2.000 meter persegi tanahnya bersama dengan pohon-pohon seperti jati, flamboyan, kelapa dan sengon. Dua tahun kemudian, ia mulai mengumpulkan biji amarilis dan dibudidayakan dalam polybag sebelum menjual mereka di pinggir jalan.

"Kemudian pada tahun 2014, bupati membawa sekelompok orang untuk melihat kebun saya dan mulai menyebarkan gambar di internet," kata Sukadi.

Taman itu diduga rusak karena selfies dari pengunjung antara Kamis dan Sabtu. Pengunjung telah tiba setiap hari dengan sampai tujuh bus tur harian.

"Bahkan dengan hanya seratus orang, taman ini sudah dikemas. Bayangkan jika ada lebih dari seribu orang, "kata Sukadi.

Amaryllis mekar sekitar tiga minggu setelah ditanam. Bunga-bunga dapat dilihat selama tiga minggu selama musim hujan.

"Meskipun kami menyesal bahwa bunga rusak begitu cepat, sekarang kita tahu bagaimana mempertahankan mereka ketika mereka mekar lagi," kata Sukadi, menambahkan bahwa ia menghabiskan kurang dari Rp 10 juta (US $ 723,72) untuk menumbuhkan kebun.

Dia menambahkan bahwa ia akan membuat rencana untuk menghindari bunga yang rusak oleh pengunjung tahun depan, seperti dengan menciptakan zona khusus untuk orang-orang untuk mengambil gambar dan meminta mereka untuk mengagumi bunga dari jauh daripada memilih mereka. Dia juga berencana untuk membangun jalan setapak untuk menghubungkan masing-masing zona.

"Pemerintah kabupaten juga mendukung tempat menjadi tujuan wisata transit yang sebelum pengunjung pergi ke situs lain seperti pantai," kata Sukadi
  1. 2015/11/30(月) 16:16:42|
  2. Category: None
  3. | Trackbacks:0
  4. | Comments:0
| HOME | Pernikahan Sesama Jenis di Korea Selatan>>

Comments

Post a comment


Only the blog author may view the comment.

Trackbacks

Trackbacks URL
http://grosirbajukorea.blog.fc2.com/tb.php/34-5f27dbd0
Use trackback on this entry.